Rabu, 27 Oktober 2010
Kalimat Diksi ( Kalimat Efektif )
Pengertian Kalimat Diksi ( Efektif )
Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain Pemakai bahasa itu. Bahasa berisi gagasan, ide, pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri di pembicara. Agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakannya dapat diterima oleh pendengar atau orang yang diajak bicara, hendaklah bahasa yang digunakannya dapat mendukung maksud atau pikiran dan perasaan pembicara secara jelas.
Setiap gagasan, pikiran, atau konsep yang dimiliki seseorang pada praktiknya akan dituangkan ke dalam bentuk kalimat. Kalimat yang benar (dan juga baik) haruslah memenuhi persyaratan gramatikal. Artinya, kalimat itu harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjak dan predikat), memperhatikan ejaan yang disempurnakan, serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Kalimat efektif mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan berlangsung dengan sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan si pembicara
tergambar lengkap dalam pikiran si penerima (pembaca/ pendengar), Jadi,
kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan,
pikiran, dan perasaan dengan tepat ditinjau dari segi diksi, struktur,
dan logikanya. Dengan kata lain, kalimat efektif selalu berterima secara
tata bahasa dan makna. Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila
mencapai sasarannya dengan baik sebagai alat komunikasi.
Struktur kalimat efektif
Kalimat dikatakan efektif jika memenuhi dua syarat utama, yaitu :
• Struktur kalimat efektif mencakup :
- Kalimat Umum
Unsur-unsur
yang mambnagun sebuah kalimat dapat dibedaskan menjadi dua, yaitu:
unsur wajib dan unsur tak wajib (unsur manasuka). Unsure wajid adalah
unsur yang harus ada dalam sebuah kalimat (yaitu S/subjek dan P/
Predikat), sedangkan unsure takwajib atau unsure manasuka adalah unsur
yang boleh ada dan boleh tidak ada (yaitu kata kerja Bantu : harus,
boleh, keterangan aspek: sudah, akan, keterangan :tempat, waktu, cara
dan sebagainya).
- Kalimat Paralel
Yang
dimaksud kesejajaran (paralelisme) dalam kalimat adalah penggunaan
bentuk-bentuk bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Jika
sebuah ide dalam sebuah kalimat dinyatakan dengna frase (kelompok kata),
maka ide-ide yang sederajat harus dinyatakan dengan frase. Jika sebuah
ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan kata benda, maka ide lain yang
sederajat harus dengan kata benda juga. Demikian juga halnya bila
sebuah ide dalam sebuah kalimat dinyatakan dengan kata kerja, maka ide
lainnya yang sederajat harus dinyatakan dengan jenis kata yang sama.
a. Kesejajaran Bentuk
Imbuhan
digunakan untuk membentuk kata berperan dalam menentukan kesejajaran.
Berikut ini contoh yang memperlihatkan ketidaksejajaran bentuk.
(1) Kegiatannya meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan mengatur peminjaman buku.
b. Kesejajaran Makna
(1) Dia berpukul-pukul.
Kata
berpukul-pukul bermakana ‘saling pukul’. Hal itu berarti pelakunya
harus lebih dari satu. Karena kata dia bermakba tunggal, subjek kalimat
(1) itu perlu diubah, misalnya menjadi mereka, atau kalimat itu perlu
ditambahkan kterangan komitatif (penyerta).
c. Kesejajaran dalam Perincian Pilihan
Kadang-kadang
soal ujian dibuat dalam bentuk pilihan ganda. Soal yang baik harus
memuat perincian pilihan yang sejajar sehingga memberi peluang yang sama
untuk dipilih. Berikut ini contoh perincian pilihan yang tidak sejajar.
(1) Pemasangan telepon akan meyebabkan.
a. melancarkan tugas
b. menambah wibawa
c. meningkatkan pengeluaran.
• Syarat atau ciri kalimat efektif
a. Kesatuan (unity)
Kesatuan
kalimat bisa dibentuk jika ada keselarasan antara subjek - predikat,
predikat – objek, dan predikat – keterangan. Dalam penulisan tampak
kalimat-kalimat yang panjang tidak mempunyai S dan p. Ada pula kalimat
yang secara gramatikal mempunyai subjek yang diantarkan oleh partikel.
Hal seperti ini hendaknya dihindarkan oleh pemakai kalimat agar kesatuan
gagasan yang hendak disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh
pembaca atau pendengar.
b. Kehematan (economy)
Kehematan
adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya
jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimat dikatakan hemat bukan karena
jumlah katanya sedikit, sebaliknya dikatakan tidak hemat kerena jumlah
katanya terlalu banyak. Yang utama adalah seberapa banyakkah kata yang
bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, tidak usah
menggunakan belasan kata, kalau maksud yang dituju bisa dicapai dengan
beberapa kata saja. Oleh karena itu, kata-kata yang tidak perlu bisa
dihilangkan. Untuk penghematan kata-kata hal-hal berikut perlu
diperhatikan :
- Mengulang subjek kalimat
- Hiponim dihindarkan
- Pemkaian kata depan ‘dari’ dan ‘daripada’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar